Tampilkan postingan dengan label ini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ini. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Januari 2014

Remaja Ini Tetap Hidup Walaupun Tertusuk Pedang Sepanjang 50 cm di Kepala

  SubhanAllah

Trajis ! seorang remaja dari Cina, Zhang Bin, 15 tahun,   tertusuk tembus pedang panjang di kepalanya ,namun takdir menyebelahinya. Beliau masih dapat diselamatkan.    Mulanya remaja ini mengajak teman-teman sekolahnya ke rumah, namun salah seorang  dari mereka membawa sebuah pedang besar dan tajam. Pedang yang berukuran 50 cm ini tidak diketahui bagaimana terjadinya, boleh tersasar  ke kepala Zhang.
Beruntungnya, remaja  tersebut terselamat meskipun doktor di rumah sakit   setempat sebelumnya tidak berani untuk mengoperasi. “Teman-temanku berdiri didepan dengan jarak antara 7-9 meter. Namun aku tidak tahu bagaimana pedang itu boleh terbang ke arahku dan menusuk kepalaku”, ucap Zhang.
Setelah rumah sakit setempat tidak berani untuk mencabut pedang dari kepala Zhang, akhirnya Ia dibawa ke sebuah rumah sakit di daerah Changsha dan langsung melakukan operasi mencabut  pedang di kepalanya.

Read More..

Sabtu, 16 November 2013

Ditilang Pria Ini Tantang Polisi Pakai Jurus Fisika

Ada berbagai cara dan alasan untuk bebas dari jeratan tilang polisi. Bisa pura-pura ingin menjenguk keluarga sakit, pura-pura ingin buru-buru BAB, bisa juga melawannya dengan gertakan.













Pria Ini Tantang Polisi Pakai Jurus Fisika

Pemuda yang satu ini mempunyai cara yang lebih konyol, yakni menantangnya menggunakan rumus fisika. Kejadian terjadi pada 7 Oktober 2012. Ketika itu, seorang polisi menunggang motor bersirine mengejar sebuah mobil.

“Pagi, Dek,” sapa polisi tersebut, lalu meminta surat izin mengemudi (SIM) dan KTP pria etnis India yang ada dalam mobil.

Menurut polisi, pria tersebut bersalah karena tidak berhenti saat lampu lalu lintas berwarna merah. Namun, pengemudi bersikukuh bahwa ia tidak melanggar lalu lintas. “Saya nampak 100 persen lampu kuning, saya jamin tak ada lampu merah,” kata pengemudi itu berdalih.

Ia lantas bertanya, berapa jarak polisi itu saat mengejar mobinya. Dijawab, 200 meter. Dengan pengetahuan fisikanya, ia membantah tuduhan oknum polisi itu, dengan menggabungkan sudut kecuraman bukit, kecepatan mobilnya, latitude, momentum mobil, kecepatan angin. “Saya tak ada waktu membuat masalah, saya mau pergi kuliah, belajar fisika,” kata pengemudi itu.

Entah mengerti atau tidak, polisi tersebut akhirnya menerima penjelasan pengemudi dan mengembalikan SIMnya. “Jangan ulangi lagi ya,” ucap si polisi.

sumber
Read More..